Home ยป Kisah Sukses Bob Sadino

Kisah Sukses Bob Sadino

Aug 14, 2020 / 570

Pada Perjalanan bisnis Bob Sadino sangat banyak pelajar yang bisa kita ambil mulai dari kegigihan sampai ke humble lan beliau yang sangat menginspirasi.

Percaya atau tidak, rejeki sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Dan roda kehidupan juga terus berputar. Ada kalanya kita di atas, dan ada saatnya juga kita terjatuh.

Seperti halnya, roda kehidupan Bob Sadino. Siapa sangka, pria sukses yang akrab disapa Om Bob ini juga pernah menjadi tukang batu.. Karena kegigihannya dalam bekerja, dia menjadi pengusaha sukses dan menginspirasi banyak orang.

Meskipun telah menjadi penguasaha sukses, Bambang Mustari Sadino atau Bob Sadino adalah sosok pengusaha sukses yang selalu tampil nyentrik. Hal ini terbukti dengan style-nya yang selalu menggunakan celana pendek dan kemeja lengan pendek pula. Simak kisah selengkapnya yuk!

1. Dari keluarga berkecukupan

Bob Sadino lahir di Lampung 3 Maret 1933.  Dia berasal dari keluarga yang berkecukupan dan merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Orang tua Om Bob meninggal saat dirinya masih berusia 19 tahun.

Bob mewarisi kekayaan orang tuanya mengingat semua saudara kandungany sudah mapan semua. Di samping itu, Bob merupakan anak terakhir dan ditinggal di usianya yang masih muda. Lantas, Bob menghabiskan sebagian harta warisannya untuk keliling dunia.

2. Bertemu jodoh di Belanda

Saat keliling dunia, Bob juga singgah di Belanda. Bahkan dia pernah menetap di Belanda selama 9 tahun dan bekerja di sana. Bob pernah bekerja di Djakarta Lloyd di Amsterdam dan di Hamburg, Jerman.

Tak hanya bekerja, Bob bahkan bertemu dengan jodohnya saat dia di Belanda. Dia bertemu dengan Soelami Soejoed dan pada tahun 1967, dia membawa keluarganya pulang ke Indonesia. Tak ketinggalan, dia juga membawa serta dua mobil Mercedes yang dibuat tahun 1960an.

3.  Tukang bangunan

Salah satu Mercedesnya dijual dan membeli tanah sementara yang lain disimpan dan disewakan. Selain itu, dia sendiri yang menjadi sopir saat ada yang menyewa mobilnya. Namun sayangnya, Bob mengalami kecelakaan hingga membuat mobilnya rusak parah.

Karena tidak punya uang untuk memperbaiki mobilnya, Bob beralih menjadi tukang batu dengan gaji Rp.100,-. Dia pun mengalami depresi dengan tekanan hidup yang dia jalani.

4. Terinspirasi dari ayam

Tak lama kemudian, temannya menyarankan agar dia memelihara ayam untuk melawan depresi. Bob mengikuti saran dari temannya dan muncul ide untuk membuka usaha. Berangkat dari nol, dia dan istrinya lantas menjadi peternak ayam.

Semenjak menjadi peternak ayam, Bob mendapatkan inspirasi bahwa ayam saja bisa bertahan untuk hidup, mengapa manusia tidak bisa dan kalah dengan ayam. Dengan usaha keras dan kesabaran, dia dan istrinya memiliki banyak pelanggan. Ya meski, dia sering dimaki oleh para pelanggannya.

5. Pengusaha sukses

Ternyata cacian tak mematahkan semangat Bob dan istrinya. Justru dengan cacian yang dia terima, dia semakin memperbaiki pelayanan yang dia berikan kepada pelanggan. Hingga akhirnya, Bob bisa membuka pasar swalayan tunggal yang dinamai Kem Chicks.

Pasar Bob berkembang dengan pesat, dan dalam waktu yang singkat, dia memperlebar usahanya hingga agribisnis. Namun tetap dengan kesederhaan dan rendah hati, dia menjalin hubungan dengan para petani.

Kisah perjalanan hidup Bob yang jatuh bangun memang sangat menginspirasi. Terutama kegigihan, ketekunan, serta sikap rendah hati yang patut untuk dicontoh. Meski semasa perjuangannya dia sering dimaki, dia tetap memberikan pelayanan yang prima untuk semua pelanggannya.




Artikel Terbaru

14/09/2020
Belajar Mengembangkan Bisnis Pada Era Industri 4.0

Read More

14/09/2020
Metode Persediaan Stok Barang FIFO, LIFO, dan Average

Read More

13/08/2020
Kata-Kata Promosi Yang Menarik Untuk Produk Baru Anda

Read More

05/11/2020
Cara Jitu Mengembangkan Usaha yang Perlu Anda Ketahui

Read More

15/08/2020
Dirgahayu Indonesiaku 75 Tahun

Read More

Alamat Kantor :

Jl. Toddopuli Raya, Kec. Panakukkang Kota Makassar

Kontak

081241856501/ 085241282310

Peta Lokasi

Lihat Peta Lokasi